Semangat pengabdian kepada masyarakat kembali diwujudkan oleh mahasiswa STMIK AMIKOM Surakarta melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Kecamatan Teras. Prosesi penyerahan mahasiswa KKN dilaksanakan secara resmi oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Bapak Lilik Sugiarto, M.Kom., sebagai bentuk komitmen kampus dalam mendampingi mahasiswa mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan.
Sinergi Awal di Desa Nepen
Penyerahan mahasiswa KKN di Desa Nepen berlangsung dengan penuh kehangatan dan semangat kolaborasi. Rombongan diterima langsung oleh Camat Teras, Bapak Agus Darmawan Setyadi, S.E., serta Sekretaris Desa Nepen, Bapak Zakaria Akhmad. Momentum ini menjadi simbol sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam mendorong kemajuan berbasis teknologi.
Di Desa Nepen, dua kelompok mahasiswa diterjunkan, masing-masing terdiri dari lima mahasiswa. Mereka mengangkat tema:
“Pengembangan Website Resmi Desa Nepen sebagai Sarana Media Informasi dan Pelayanan Digital” serta “Pemberdayaan Masyarakat Desa di Era Digital Berbasis Media Sosial”
Tema pertama ini dipilih sebagai respon atas kebutuhan desa terhadap sistem informasi yang transparan, cepat, dan mudah diakses masyarakat. Melalui pengembangan website resmi desa, mahasiswa berupaya membantu pemerintah desa dalam menyajikan informasi publik secara terstruktur, mulai dari profil desa, potensi wilayah, hingga layanan administrasi berbasis digital. Tidak hanya berhenti pada tahap perancangan, mahasiswa juga melakukan pendampingan kepada perangkat desa dalam pengelolaan dan pembaruan konten. Dengan demikian, website yang dibangun tidak sekadar menjadi proyek sementara, tetapi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Tema kedua berfokus pada upaya meningkatkan kapasitas masyarakat desa dalam memanfaatkan teknologi digital, khususnya media sosial, sebagai sarana pengembangan potensi lokal. Melalui platform seperti Facebook, Instagram, dan TikTok, masyarakat dapat mempromosikan produk UMKM, potensi wisata, serta kegiatan kreatif desa secara lebih luas dan efektif. Program KKN dengan tema ini mendorong literasi digital, pelatihan pemasaran online, serta pembuatan konten yang menarik dan informatif. Selain meningkatkan perekonomian lokal, pemanfaatan media sosial juga memperkuat citra dan identitas desa di ranah digital. Dengan pendampingan yang tepat, desa dapat menjadi lebih mandiri, inovatif, dan berdaya saing di era transformasi digital.
Melanjutkan Pengabdian di Desa Kadireso
Usai kegiatan di Desa Nepen, Dosen Pembimbing Lapangan melanjutkan perjalanan ke Desa Kadireso untuk menyerahkan dua kelompok KKN berikutnya yang masing-masing juga terdiri dari lima mahasiswa.
Di Desa Kadireso, rombongan disambut langsung oleh Kepala Desa, Bapak Darjono, S.H. Kehadiran mahasiswa disambut antusias sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kapasitas literasi digital masyarakat.
Adapun tema yang diusung adalah:
“KKN Literasi Digital: Edukasi Keamanan dan Etika Media Sosial serta Pengenalan Teknologi Digital pada Masyarakat.”
Tema ini dinilai relevan dengan tantangan era digital yang semakin kompleks. Mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga keamanan data pribadi, memahami etika dalam bermedia sosial, serta memanfaatkan aplikasi teknologi digital untuk menunjang administrasi desa, pendidikan, dan kegiatan usaha.
Program ini menyasar berbagai kalangan, mulai dari perangkat desa, pelaku UMKM, hingga generasi muda. Dengan pendekatan yang komunikatif dan aplikatif, kegiatan literasi digital ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran serta keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif.
Komitmen Nyata Membangun Desa
Pelaksanaan KKN ini mencerminkan komitmen STMIK AMIKOM Surakarta dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang teknologi informasi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Mahasiswa tidak sekadar menguasai teori, melainkan mampu menerjemahkannya menjadi solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi antara kampus dan desa menjadi bukti bahwa transformasi digital dapat dimulai dari tingkat lokal. Dengan dukungan pemerintah desa dan pendampingan dosen, mahasiswa mampu menghadirkan inovasi yang selaras dengan kebutuhan riil masyarakat.
Kesimpulan
Penyerahan dan pelaksanaan KKN di Desa Nepen dan Desa Kadireso merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem digital desa. Pengembangan website resmi dan peningkatan literasi digital bukan hanya program jangka pendek, melainkan fondasi menuju pelayanan publik yang lebih efektif, transparan, dan modern.
Semangat pengabdian yang ditunjukkan para mahasiswa menjadi gambaran nyata bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membangun bangsa, dimulai dari desa. Melalui ilmu, dedikasi, dan kolaborasi, perubahan positif dapat diwujudkan secara berkelanjutan.
Melihat kiprah kakak-kakak mahasiswa yang terjun langsung membantu masyarakat, tentu menjadi inspirasi tersendiri bagi para pemuda dan pemudi desa. Dunia perkuliahan bukan hanya tentang belajar di ruang kelas, tetapi juga tentang tumbuh, berkarya, dan memberi manfaat nyata.
Bagi yang ingin merasakan pengalaman belajar sekaligus mengabdi seperti ini bersama STMIK AMIKOM Surakarta, informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui WhatsApp di +62 813-2930-3450. Siapa tahu, langkah kecil hari ini menjadi awal perjalanan besar menuju masa depan yang penuh peluang dan kontribusi bermakna.




