Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa STMIK AMIKOM Surakarta resmi diawali dengan prosesi penyerahan mahasiswa kepada dua desa mitra, yakni Desa Salakan dan Desa Bangsalan. Momentum ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa guna mendorong transformasi digital, peningkatan kapasitas masyarakat, serta penguatan tata kelola berbasis teknologi.

Penyerahan mahasiswa dilakukan langsung oleh Dosen Pembimbing, Ibu Sri Widiyanti, M.Kom., yang menyampaikan pesan agar para mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara aplikatif dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga etika, membangun komunikasi yang baik, serta menciptakan program kerja yang berkelanjutan dan berdampak jangka panjang.

Desa Salakan: Penguatan UMKM dan Identitas Desa Berbasis Digital

Di Desa Salakan, rombongan mahasiswa diterima secara resmi oleh Bapak Bowo selaku Sekretaris Desa (Sekdes) di Balai Desa Salakan. Penyambutan yang hangat mencerminkan keterbukaan pemerintah desa dalam menjalin sinergi dengan institusi pendidikan demi kemajuan bersama.

Sebanyak dua kelompok KKN ditempatkan di desa ini, dengan masing-masing kelompok terdiri dari lima mahasiswa, sehingga total berjumlah sepuluh mahasiswa. Mereka mengusung program kerja utama berupa Digitalisasi UMKM dan Pembuatan Profil Desa Berbasis Web.

Digitalisasi UMKM diarahkan untuk membantu pelaku usaha lokal dalam memanfaatkan teknologi sebagai sarana promosi, pemasaran, serta pengelolaan administrasi usaha secara lebih modern dan efisien. Sementara itu, pembuatan profil desa berbasis web bertujuan untuk menyusun dokumentasi potensi desa secara sistematis, sehingga dapat menjadi media informasi sekaligus promosi yang memperkuat identitas Desa Salakan di tingkat yang lebih luas.

Adapun program tambahan meliputi sosialisasi antisipasi penipuan online (phishing) dan pengelolaan sampah rumah tangga. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Dengan demikian, pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi, tetapi juga pada keberlanjutan sosial dan ekologis.

Desa Bangsalan: Inovasi Administrasi dan Literasi Digital Masyarakat

Di Desa Bangsalan, rombongan mahasiswa diterima oleh Bapak Adi selaku staf di Balai Desa Bangsalan. Sambutan positif dari perangkat desa menunjukkan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan teknologi.

Sebagaimana di Desa Salakan, di Desa Bangsalan juga diterjunkan dua kelompok KKN dengan masing-masing lima mahasiswa, sehingga total berjumlah sepuluh mahasiswa. Program kerja utama yang dijalankan meliputi Pembuatan Sistem Administrasi Desa dan Digitalisasi UMKM.

Pembuatan sistem administrasi desa dirancang untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih tertib, transparan, dan efisien. Dengan sistem yang terstruktur dan terdigitalisasi, pelayanan kepada masyarakat diharapkan menjadi lebih cepat dan akurat. Sementara itu, digitalisasi UMKM tetap menjadi prioritas guna memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.

Sebagai program tambahan, mahasiswa juga melaksanakan sosialisasi antisipasi penipuan online (phishing), literasi kecerdasan buatan (AI), serta edukasi keamanan digital. Program ini menjadi langkah preventif yang penting agar masyarakat tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami risiko serta peluangnya secara bijak.

Kesimpulan: Kolaborasi yang Menumbuhkan Harapan dan Keberlanjutan

Pelaksanaan KKN di Desa Salakan dan Desa Bangsalan mencerminkan wujud nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat melalui pendekatan kolaboratif dan solutif. Dengan total 20 mahasiswa yang terlibat di dua desa, program-program yang dijalankan tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan dirancang untuk menjawab kebutuhan konkret desa di era digital.

Transformasi digital yang diusung melalui penguatan UMKM, pengembangan sistem administrasi, pembuatan profil desa, hingga peningkatan literasi keamanan dan AI menjadi fondasi penting bagi desa yang adaptif dan berdaya saing. Sinergi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan pemerintah desa diharapkan mampu menciptakan dampak berkelanjutan yang terus berkembang meskipun masa KKN telah usai.

Ke depan, hasil dari program-program ini diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh pemerintah desa bersama masyarakat. Dengan komitmen bersama, Desa Salakan dan Desa Bangsalan berpotensi menjadi desa yang maju secara teknologi, tangguh menghadapi tantangan digital, serta mampu meningkatkan kesejahteraan warganya secara merata.

Semoga kegiatan ini menjadi awal dari kemitraan jangka panjang yang produktif serta inspirasi bagi desa-desa lain untuk terus berinovasi, beradaptasi, dan melangkah mantap menuju masa depan yang lebih cerdas, aman, dan berkelanjutan.