Surakarta, 29 November 2025 — STMIK AMIKOM Surakarta sukses menyelenggarakan Seminar Nasional AMIKOM Surakarta (SEMNASA) 2025 dengan mengusung tema “Transformasi Kampus Berdampak Melalui Artificial Intelligence dan Multimedia”. Acara yang dilaksanakan secara daring via zoom ini menjadi ruang akademik yang strategis untuk membahas peran teknologi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, terutama pada era AI dan digital innovation.
Kesuksesan acara ini tercapai berkat kerja sama seluruh civitas akademika STMIK AMIKOM Surakarta yang telah berkontribusi sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan, di bawah supervisi Ketua LPPM STMIK AMIKOM Surakarta – Ina Sholihah Widiati, M.Kom. Selain itu, SEMNASA 2025 turut mendapatkan support dari Co-Host Fasilkom Universitas Sjakhyakirti Palembang dan Universitas Duta Bangsa, yang memperkuat jangkauan akademik serta memperluas kolaborasi antar perguruan tinggi. Acara ini juga didukung oleh Universitas AMIKOM Yogyakarta dan Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, yang memberikan kontribusi signifikan dalam aspek akademik dan keilmuan. Keberhasilan penyelenggaraan SEMNASA 2025 tidak terlepas dari dukungan banyak sponsor yang berperan penting dalam kelancaran acara. Para sponsor tersebut meliputi: CooChonat, Percetakan Kota Kembang Putera, CV. ADD Komputer, MSV, Time Excelindo, Bank BRI, Percetakan Suryatama, Griya Pustaka Literasi, Clothing Well, Ratih Gorden, KAP Wartono & Rekan, Shifa Photo & Video, Seblak Galak Gondang, WEDE Photography & Videography, Akar Makna, Anakoding, serta The Sunan Hotel sebagai official hospitality partner.
Pada SEMNASA 2025, Dian Septiani, S.I.P. dan Arya Syafiq tampil sebagai pembawa acara (MC) yang memandu rangkaian kegiatan dengan penuh energi dan kehangatan. Sementara itu, Riyan Abdul Aziz, M.Kom. mengambil peran sebagai Moderator, mengarahkan jalannya diskusi dan memastikan setiap sesi berlangsung dinamis dan informatif.
Pada sesi sambutan, SEMNASA menghadirkan Mochammad Hari Purwidiantoro, S.T., M.M., M.Kom., selaku Ketua STMIK AMIKOM Surakarta untuk menyampaikan opening speech. Dalam sambutannya, beliau menyatakan bahwa transformasi digital menghasilkan kolaborasi antara AI, multimedia imersif, dan teknologi cerdas untuk menciptakan pengalaman komunikasi dan analisis data yang lebih interaktif, real time, dan futuristik. Lebih lanjut ditekankan bahwa dengan merangkul AI dan multimedia, kita tidak hanya mentransformasi kampus menjadi pusat pendidikan yang cerdas dan relevan secara global, tetapi juga menciptakan ekosistem berdampak yang siap membentuk masa depan.
Seminar Nasional AMIKOM Surakarta turut menghadirkan dua narasumber unggulan, yakni Prof. Dr. Muhammad Suyanto, M.M. dan Dr. Sri Mulyana, M.Kom., yang menyampaikan paparan inspiratif seputar penerapan AI dan Multimedia dalam inovasi teknologi pada pendidikan tinggi.
Narasumber pertama, Prof. Dr. Muhammad Suyanto, M.M., merupakan seorang profesor yang dikenal luas dalam bidang Manajemen Strategik, Pemasaran, dan E-Business. Sepanjang karier akademiknya, beliau telah menulis lebih dari 40 buku dan meraih lebih dari 40 international awards di dunia perfilman. Selain itu, Prof. Suyanto juga merupakan pendiri sekaligus Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta, salah satu perguruan tinggi yang kini dikenal sebagai kampus kreatif terkemuka di Indonesia. Di luar dunia akademik, beliau juga aktif sebagai producer, director, dan writer yang bernaung di United Talent Agency, Beverly Hills, California, menjadikannya sosok yang unik karena mampu menjembatani dunia pendidikan, bisnis, dan industri kreatif secara bersamaan. Dalam sesi pemaparannya, Prof. Suyanto membagikan perjalanan panjang Universitas AMIKOM Yogyakarta hingga menjadi “a world leading university of creative economy based on entrepreneurship that spreads education excellence and research excellence.” Beliau menceritakan bagaimana kampus tersebut tumbuh dari institusi kecil menjadi universitas berkelas internasional melalui visi inovatif, fokus pada ekonomi kreatif, dan komitmen kuat terhadap kualitas akademik dan riset. Cerita beliau menjadi inspirasi bagi peserta SEMNASA untuk melihat bahwa transformasi pendidikan tinggi adalah sebuah perjalanan yang membutuhkan keberanian, kreativitas, dan konsistensi.
Narasumber kedua, Dr. Sri Mulyana, M.Kom., dari Universitas Gadjah Mada, hadir untuk membahas perkembangan Artificial Intelligence (AI) dari perspektif akademik. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa teknologi AI saat ini telah jauh lebih maju dan mudah diakses dibandingkan sebelumnya, sehingga mendorong inovasi di berbagai sektor. “AI is no longer just a tool; it is a driver of transformation across industries and education”. Dr. Sri Mulyana memaparkan materi yang komprehensif terkait transformasi digital, mencakup beberapa topik penting: peran AI dalam transformasi digital, peluang yang ditawarkan AI, tantangan dalam pemanfaatannya, berbagai risiko yang perlu diantisipasi, strategi sukses implementasi AI, hingga masa depan AI dalam transformasi digital. Beliau menggarisbawahi bahwa AI menawarkan peluang besar untuk meningkatkan efisiensi, kualitas layanan, dan inovasi. Namun, beliau juga menekankan bahwa implementasi AI tidak bisa dilakukan secara instan. Diperlukan strategi matang untuk menghadapi tantangan seperti manajemen data, etika, pengembangan SDM, dan infrastruktur. Transformasi digital yang berhasil, menurut beliau, merupakan hasil kombinasi harmonis antara teknologi, manusia, dan budaya adaptif yang mendukung perubahan secara berkelanjutan. Dengan penyampaian yang sistematis dan ilustrasi contoh nyata, Dr. Sri Mulyana memberikan pandangan jelas tentang bagaimana AI dapat menjadi pendorong inovasi sekaligus menuntut kesiapan strategi yang matang, khususnya dalam konteks pendidikan tinggi dan dunia industri.
SEMNASA 2025 ini berlangsung dengan sangat meriah dan antusiasme tinggi dari peserta, yang salah satunya dibuktikan dengan serunya sesi tanya-jawab antara para peserta seminar dengan Narasumber. Tercatat, sebanyak 577 peserta mendaftar untuk mengikuti seminar nasional ini. Tidak hanya itu, ajang ilmiah ini juga berhasil menghimpun 190 naskah artikel yang disubmit oleh para peneliti, akademisi, dan praktisi. Dari jumlah tersebut, 138 artikel berhasil diterima dan dipresentasikan dalam sesi paralel, menghadirkan beragam inovasi dan temuan terbaru di bidang Artificial Intelligence, multimedia, dan transformasi digital. Tak hanya sekadar presentasi, SEMNASA 2025 juga menetapkan 3 paper terbaik yang akan dipublikasikan di jurnal terakreditasi Sinta, sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi ilmiah yang berkualitas tinggi.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa SEMNASA bukan hanya menjadi platform berbagi ilmu, tetapi juga ajang strategis untuk mendorong penelitian, kolaborasi, dan inovasi yang berdampak bagi dunia akademik maupun industri.
Jaya SEMNASA, Jaya STMIK AMIKOM Surakarta




